Pada hari Senin, 31 Agustus 2020, Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi Unissula menyelenggarakan evaluasi kurikulum S3 dengan mengundang user dan pakar serta dihadiri oleh segenap dosen pengajar S3 di PDIM. Acara dibuka oleh Ketua Prodi Prof. Dr. Widodo, SE., MSi, yang berharap kegiatan Evaluasi ini akan memberikan penyegaran atas kurikulum S3 yang sudah berjalan selama ini. Narasumber pertama yaitu dari User atau pengguna yaitu Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd rektor Universitas Muhammadiyah Semarang. Beliau mengapresiasi PDIM Unissula, yang telah berani dan terus berusaha untuk menggabungkan keilmuan manajemen umum dan nilai-nilai Islam. Kurikulum PDIM yang ditujukan untuk mencapai output sebagai peneliti utama, konsultan bisnis, tenaga pendidik, pimpinan/direktur utama pada BUMN/BUMD dan perush.swasta, dan menjadi pengusaha diapresiasi sudah meramu semuanya. Narasumber kedua, Dr. Fuad Mas’ud, MIR pakar Ilmu Manajemen dari Universitas Diponegoro. Menurut beliau, konteks Islam hampir selalu dikontraskan dengan nilai-nilai Barat (Amerika), padahal secara cross-cultural ada nilai-nilai dari Jepang, China ataupun Arab. Secara cross-cultural setiap masyarakat memiliki pandangan hidup (world view) dan sistem nilai yang unik sehingga hal tersebut akan mempengaruhi bentukan konsep, teori dan praktek. Pertanyaan selanjutnya, apakah konsep dan teori dari world view masyarakat Barat misalnya, cocok diadopsi dan dipraktekkan di Indonesia? Harapannya Prodi S3 PDIM Unissula bisa merubah kompetensi mahasiswa dan merubah pola pikirnya, sehingga akhirnya pola pikir masyarakat juga bisa berubah melalui perubahan teori, konsep, dan praktek. Narasumber ketiga, Dr. Rozikhan, M.Ag, menekankan ilmu harus diberi nilai, yaitu aqidah (lawannya syirik) dan ibadah. Cerminan syirik bisa dilihat pada S. Al-Alaq (6-7), At-Takasur, Al-Humazah, Al-Maun, Al-Mudatshir (6), AL-Balad, Al Baqarah (165). Rekonstruksi ilmu merupakan jalan Panjang yang harus diawali.

Leave a reply